Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menguraikan tentang pemikiran seorang filosof, sosiolog dan ahli ekonomi dan teori kemasyarakatan dari Prusia terkemua abad ke-19. Ia juga termasuk pemikir raksasa yang mengilhami gerakan buruh di akhir abad 19 dan gerakan pembebasan nasional di abad 20.
Di sini penulis buku Pemikiran Karl Marx memuainya dengan sebuah pembukaan yang cukup terkenal. “ada Hantu berkeliaran di Eropa, hantu komunisme” sebuah pembukaan manifestro komunis,[1] tertulis yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, dua guru besar dalam ilmu Sosialisme dan pemimpin pergerakan kaum buruh modern.
Sebelum terlalu panjang dalam menyelami lautan pemikiran Karl Marx, kita harus mengetahui apa itu Marxisme-Leninisme/Komunisme dan Marxisme. karna jika kita tidak mengetaui kata-kata tersebut, maka akan menjadi percuma pambahasan ini.
Jika kita perhatikan TAP MPRS No.XXV tahun 1966 dengan teliti, ketetapan tersebut ditafsirkan bahwa Indonesia menolak keberadaan Marxisme-Leninisme/Komunisme, bukan Marxisme. Lantas, apa Marxisme itu?. Sebaigamana yang dikatakan oleh Amien Rais dalam Media Indonesia – Berita Utama (4/9/00) “Tap tentang Larangan Penyebarluasan Ajaran Marxisme dan Leninisme yang sudah berumur 34 tahun, sebetulnya merupakan sesuatu yang sudah hampir dilupakan. Yang penting sebenarnya bagaimana kita menatap ke depan menghadapi masa depan,” katanya. Akan tetapi saya tidak akan membahas terlalu jauh perkataannya. Marxisme adalah sebutan bagi pembakuan ajaran resmi Karl Marx yang terutama dilakukan oleh temannya Friedich Engels dan tokoh Marxis Karl kautsky. Marxisme sendiri juga bisa dikatakan sebagai paham yang bersumber pada gagasan-gagasan yang dikembangkan Karl Marx. Sedangkan Komunisme hanyalah salah satu dari beragamnya tafsir atas gagasan Marx yang dikembangkan oleh Lenin, lebih jauh dalam buku Pemikiran Karl Marx dijelaskan bahwa istilah “komunisme” untuk cita-cita utopis masyrakat, yang mana semua hak milik pribadi dihapus dan semuanya dimiliki secara bersama. Lenin adalah orang pertama yang mencoba menerapkan gagasan teoretis Marx dalam praktek politik.
Buku Pemikiran Karl Marx yang terdiri dari dua belas bab ini membahas pemikiran Marx secara komprehensif.. saya katakan seperti itu karena mencakup berbagai aspek serta pergeseran pemikiran fundamental Marx, dari Marx muda yang humani[2] hingga Marx tua yang lebih ekonomis[3]. Konsep-konsep dasar seperti basis dan bangunan atas, materialisme historis, materialisme dialektik, teori sejarah, nilai lebih, dan lain-lain dibicarakan berdasarkan pembacaan teliti dan kritis Magnis atas karya-karya Marx dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Jerman.
Karl marx memang sangat terkenal, terlebih pandangannya terhadap agama. Pandapat Freurbeach[4] mendapat kritikan tajam dari Marx. Namun, dikatakan bahwa kritik agama Freurbeach menjadi titik tolak seluruh pemikiran Karl Marx kemudian. dalam buku tersebut dikatakan bahwa Freurbeach dan Karl Marx menulis: manusia yang membuat agama, bukan agama yang membuat manusia. Agama adalah perealisasian manusia justru belum berhasil merealisasikan hakikatnya. Agama adalah tanda keterasingan manusai dari dirinya sendiri (hal: 72).
Di sini, Karl Marx menemukan sesuatu yang sangat penting: agama hanyalah tanda keterasingan manusia tetapi bukan dasarnya. keterasingan manusia adalah ungkapan keterasingan yang lebih mendalam. agama hanyalah sebuah pelarian karena realitas memaksa manusia melarikan diri. ”agama adalah realitas hakikat manusia dalam angan-angan kerena hakikat manusia tidak mempunyai realitas yang sungguh-sungguh. jadi, ”Agama sekaligus ungkapan penderitaan yang sungguh-sungguh dan protes terhadap penderitaan yang sungguh-sungguh. Agama adalah keluhan makhluk yang tertekan, perasaan dunia tanpa hati, sebagaimana ia adalah roh zaman yang tanpa roh. ia adalah candu rakyat (hal: 73).
Kritik agama membawa Marx pada kesadaran bahwa sasaran kritik yang sebenarnya adalah masyarakat. Kali ini Marx memicu pola pikirnya dengan sangat dalam. Ia mencari dasar keterasingan manusia. Karena jika hanya membongkar agama tidak akan menghilangkan egoisme, tidak akan mengembalikan hakikat manusia
Marx juga mengatakan bahwa: Apbila manusia yang nyata menarik si warga negara abstrak kedalam dirinya dan sebagai manusia individual dalam hidupnya yang empiris, dalam pekerjaannya yang individual, dan hubungan-hubungan individualnya menjadi makhluk sosial (gattungwesen), dan manusia manusia tidak lagi memisahkan potensi sosial dalam bentuk kekuatan politik (= negara, FMS) dari dirinya sendiri, emansipasi manusia tercapai (hal: 80).
Selain memaparkan beberapa pemikiran Marx dari segi filsafat dan teori sosial, di sini juga di bicarakan dinamika politik yang dialami oleh Marxisme sejak Marx masih hidup. Dari sini jelas terlihat bahwa tidak ada satu Marxisme yang totaliter.
Akan tetapi jauh dari itu semua, ”saya masih menganggap bahwa: Marxisme penuh dengan problematika dan juga kontradiksi internalnya”.
[1] Manifesto Komunis adalah pamflet politik yang ditulis Marx dan Engels revolusi Februari di Prancis 1847, ketika Marx berusia 30 tahun dan Engels berusia dua tahun lebih muda. Barangkali ini adalah karya yang paling gamblang menjelaskan pokok-pokok pemikiran dan program politik Marxisme dalam gaya sastra yang memikat. Kata-kata dalam pamflet tersebut merefleksikan semangat muda optimistik yang menggambarkan jalannya sejarah penindasan dalam masyarakat yang nantinya akan diakhiri oleh hancurnya kapitalisme.
[2] Saya katakan humanis karena menyampaikan tahapan-tahapan Karl Marx: (1). mencari jawaban atas pentanyaan dirinya: “bagaimana membebaskan manusia dari penindasan sistem politik reksioner”. (2). pemikirannya yang berkembang setelah berkenalan dengan filsafat Freurback. dan mengartikan ciri reaksioner negara Prusia dengan ungkapan sebuah keterasingan manusia dari dirinya sendiri. (3) pendapatnya bahwa manusia hanya dapat dibebaskan apabila hak milik pribadi atas alat-alat produksi ihapus melalui revolusi kaum buruh, sehingga menempatkannya pada posisi klasik sosialisme (paham sejarah mateialistik).
[3] Maksud ekonomis disini adalah tahapan Karl Marx yang memberikan pandangan: (1) Factor yang menentukan sejarah bukanlah politik atau ideologi, melainkan ekonomi. perkembangan dalam cara produksi semkin lama akan menjadi hambatan kemajuan. sehingga dalam situasi seperti ini akan timbul revolusi sosial yang melahirkan bentuk masyarakat yang lebih tinggi. (2) ekonomi kapitalisme akan membawa kehancurannya sendiri. karena kapitalisme seluruhnya mengarah pada keuntungan pemilik sebesar-besarnya, kapitalisme meghasilkan penghisapan manusia pekerja. Ia juga menilai bahwa ekonomi kaptalisme adalah bentuk pertentangan kelas paling tajam. kontradiksi internal sistem produksi kapitalis seperti itulah yang akan melahirkan revolusi kelas buruh yang akan mengahapus hal milik pribadi atas alat-alat produksi dan masyarakat sosialis tanpa kelas.
[4] Manusia hanya dapat mengakhiri keterasingannya dalam dan menjadi diri sendiri apabia ia meniadakan agama, “ia harus menarik agama kedalam dirinya sendiri”. ia harus menolak keparcayan pada Tuhan yang Maha Kuat, Yang Maha Baik, Maha Adil, Maha Tahu. Manusia harus membngkar agama agar ia dapat merealisasikan potensi-potensinya. Teologi harus menjadi antropologi.
hidup proletariat!!
Oleh: hendry bakri on Mei 7, 2009
at 9:47 am
fenomenal….!!!
Oleh: akhmad soleh on Januari 11, 2010
at 5:35 pm
numpang ngisi yach cz penasaran ttg keunggulan pemikiran kar max apaan sih? pernah ada gak penerapan konsep karl max membawa kesejahteraan rakyat? thank’s
Oleh: rosi al fatih on Januari 14, 2010
at 1:43 am