Penggunaan bahasa secara lisan tampak pada waktu seseorang berpidato, mengemukakan gagasan pada waktu rapat, atau pada saat berdiskusi. Sedangkan penggunaan bahasa tertulis tampak pada waktu seseorang menyusun konsep surat atau penulisan naskah. Penggunaan bahasa di atas, tentu memiliki beberapa kendala bagi pengguna bahasa. Oleh sebab itu, adanya pembelajaran bahasa pada linguistik terapan akan membantu seorang guru dalam mempersiapkan materi pengajaran, memperbaharui metode pengajaran dan belajar bahasa, menambahkan pengetahuan tentang bahasa, melakukan analisis serta evaluasi tentang hasil dari pembelajaran bahasa.
A. Pengertian
Istilah pendidikan dan pengajaran bahasa tidak dapat dipisahkan, karena keduanya saling berkaitan. Keduanya mengacu pada suatu proses yang mengubah sikap dan kemampuan seorang peserta didik menjadi lebih baik setelah dia mengalami atau mengikuti proses itu. Namun, kedua istilah tersebut seringkali digunakan secara kurang cermat sehingga timbul kesan bahwa keduanya mengacu pada konsep yang sama.
Abdul Chaer dan Leoni Agustina menyatakan, ”Pendidikan lebih tertuju pada pengubahan sikap pribadi yang lebih baik, sedangkan pengajaran lebih tertuju pada pengetahuan dan keterampilan.
Dalam hal ini, Linguistik sangat berperan dalam memberikan arahan tentang berbagai metode pengajaran bahasa. Perkembangan linguistik yang begitu cepat membawa perubahan-perubahan mendasar yang berkaitan dengan pengajaran bahasa.
Metodologi pengajaran bahasa merupakan cabang linguistik terapan yang menitik beratkan perhatiannya pada kemungkinan teori-teori linguistik yang dipakai dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran bahasa.
Prof. DR. Munandir, sebagaimana dikutip oleh Jos Danil Parera, menyatakan, ”Secara gramatikal morfologis, membelajarkan berarti membuat/menyebabkan orang lain belajar.” hal ini ditemukan dalam terjemahan Margaret Grendel dalam artikel yang berjudul Learning and Intruction Theory Into Practice. Jos Danil Parera juga menambahkan, ”Membelajarkan adalah bagaimana membuat orang lain belajar atau bagaimana menurunkan teori dalam instruksi atau perintah ke dalam bentuk praktis atau dapat dilakukan secara nyata.”
Nominalisasi proses untuk membelajarkan adalah pembelajaran. Seharusnya pembelajaran bermakna “proses membuat atau menyebabkan orang lain belajar.”
Fuad Abdul Hamid mendefinisikan, sebagaimana dikutip oleh Jos Danil Parera, “Istilah pembelajaran merupakan padanan kata learn yang berasal dari kata to learn yang bisa diartikan belajar.” Sedangkan Prof. Nababan mendefinisikan, “Teaching adalah membuat orang lain belajar, bukan guru yang aktif melainkan pembelajar itu sendiri”. Hal ini tidak ada padanan bahasa Inggrisnya.
Dari pengertian di atas, penulis lebih sepakat dengan apa yang dikemukakan oleh Nababan, yang berarti pembelajar merupakan guru atau orang yang menyebabkan orang lain belajar.
Pembelajaran dirasakan terkait dengan kehidupan nyata atau siswa mengerti manfaat isi pembelajaran, jika mereka merasakan kepentingan untuk belajar demi kehidupannya di masa mendatang.
Praktek-praktek pembelajaran sebuah bahasa tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan bagaimana bahasa itu terjadi, tetapi juga bagaimana bahasa itu digambarkan, disusun dan difungsikan. Pengetahuan bagaimana bahasa dapat terjadi berkaitan dengan teori-teori pembelajaran sedangkan penggambaran, penyusunan dan pemfungsian bahasa dipengaruhi oleh pemahaman tentang bahasa tersebut. Pemahaman yang menyeluruh tentang apa itu bahasa dan bagaimana bahasa itu berfungsi dapat diperoleh misalnya dengan pengkajian bahasa yang bersifat ekstentif adalah pengeksplorasian pola-pola khusus dan umum sebanyak-banyaknya terhadap banyak bahasa. Gambaran perkembangan dalam bahasa dan kajian pembelajaran akan sangat membantu dalam mengatasi masalah-masalah yang muncul selama proses pembelajaran bahasa.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul dan Agustina, Leoni. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta. 2004.
Munif. Cabang Linguistik dan Manfaat Linguistik. diakses 10 Oktober 2009. (http://balaibahasa.upi.edu/index.php?p=Berita &id=15).
Parera, Jos Danil. Linguistik Edukasional: Metodologi Pembelajaran Bahasa, Analisis Kontrastif antar Bahasa, Analisis Berbahasa. Jakarta: Erlangga. 1997.
Rahmadi, Didik. Linguistik dan Pembelajran Bahasa. Diakses 10 Oktober 2009. (http://sekolahcerdasindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=32Itemid=2).
Komentar temen2