SUGGESTOPEDIA
A. Pengertian
Menurut Soendjono Dardjowijojo dewasa ini telah berkembsng lima pendekatan mutakhir dalam pengajaran bahasa, yaitu: Community Language Learning, Total Phisycal Respon, The Natural Aproach, The silent Way, dan Suggestopedi .
Menurut Sadtono kata suggestion berasal dari kata Latin suggero, suggesi, suggestum yang berarti menempatkan, membisikkan atau memberitahukan secara tidak langsung. Dalam bahasa Inggris, arti tersebut berkembang menjadi menawarkan atau mengusulkan. Ia juga berpendapat bahwa suggestopedi berasal dari suggestologi, yaitu ilmu yang mempelajari secara sistematis pengaruh-pengaruh non-rasional atau pengaruh-pengaruh yang tidak disadari. Jadi, suggesti adalah suatu faktor komunikatif yang dipakai untuk menyarankan agar orang lain membuat pilihan secara rasional dan intuitif sesuai dengan kepribadian masing-masing dalam mempelajari bahasa yang lain.
B. Sejarah Perkembangan
Pendekatan suggestopedi (suggestopedy) terkadang digunakan nama suggestopedi atau suggestopedagogy, mulai dirintis pada musim panas tahun 1975 di Bulgaria ketika sekelompok peminat di Institut Penelitian Pedalogy di bawah Georgi Lozanov melakukan penelitian mengenai pengajaran bahasa asing. Pada awal perkembangannya, suggestopedia hanya dicoba di negara-negara Eropa Timur seperti Uni Soviet, Jerman Timur, dan Hongaria.
C. Prinsip-prinsip Dasar dan Ciri-ciri Metode
Prinsip dasar pendekatan suggesti ialah suatu konsep yang menyatakan bahwa manusia dapat diarahkan untuk melakukan suatu kegiatan karena sugesti. Suggetopedia tidak percaya pada penggunaan laboratorium bahasa dan tidak pula percaya pada latihan-latihan struktural yang ketat. Latihan dalam bentuk tubian yang mekanistik dipandang tidak akan mendatangkan hasil yang baik. Sebaliknya, suggestopedia menekankan pada penyerapan mental dari bahan pembelajaran yang diterima untuk kemudian direnungkan, dicamkan, dan dipakai bersama siswa lain di kelas.
Di samping faktor sugesti yang merupakan prinsip dasar pendekatan suggestopedi, menurut pandangan Sadtono ada enam komponen utama pendekatan suggestopedi, yakni:
a) kekuasaan atau otoritas guru,
b) siswa dibuat seperti kanak-kanak,
c) keuntungan ganda,
d) intonasi,
e) irama, dan
f) sikap yang santai.
Pada umumnya, bahan pelajaran diberikan dalam bentuk dialog yang sangat panjang. Dialog dalam suggestopedia mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a) penekanan pada kosa kata dan isi,
b) dasar pembuatan dialog adalah keadaan atau peristiwa hidup yang riil,
c) harus secara emosional relevan,
d) kata-kata yang baru diberi garis bawah dan disertai transkripsi fonetis untuk lafalnya.
Adapun ciri-ciri metode ini mencakup suasana sugestif di tempat penerapannya, dengan cahaya yang lemah lembut, musik yang sayup-sayup, dekorasi ruangan yang ceria, tempat duduk yang menyenangkan, dan teknik-teknik dramatic yang dipergunakan oleh guru dalam penyajian bahan pembelajaran. Semua itu secara total bertujuan membuat para pembelajar santai, yang memungkinkan mereka membuka hati untuk belajar bahasa dalam suatu model yang tidak menekan atau membebani para siswa.
D. Teknik Pelaksanaan Pengajaran
Menurut Richards dan Rodgers kegiatan pengajaran bahasa dengan suggestopedi terdiri atas tiga bagian, yaitu:
a) Diadakan tinjauan kembali atau mengulang bahan pelajaran hari sebelumnya. Ini dilakukan dalam bentuk percakapan, permainan, sketsa, cerita lucu dan acting. Bila siswa memmbuat kesalahan, ia dibetulkan tetapi dengan nada yang mendorong kearah positif. Pada bagian ini, praktik yang mekanistik harus dihindari.
b) Bahan baru disajikan dalam konteks melalui dialog-dialog panjang dan caranya tidak jauh berbeda dengan cara yang tradisional; bahan-bahan disajikan dan diperagakan, diikuti dengan keterangan kata-kata baru dan tatabahasa. Dialog yang dipergunakan sebagai bahan pelajaran harus relevan, riil, menarik, dan dipergunakan sesuai dengan isinya.
c) Séance. Séance adalah pertemuan perkuliahan yang tujuannya ialah untuk reinforcement bahan baru pada taraf bawah sadar. Kegiatan séance ini terdiri dari dua macam, yang aktif dan yang pasif. Dan kegiatan ini berlangsung selama satu jam.
Suggestopedi memiliki beberapa kelemahan. Ommagio menyatakan bahwa kelemahan metode ini terletak pada bahan masukan secara pedagogis dipersiapkan terlalu eksklusif dan aspek pemahaman membaca dan menyimak terlalu terbatas. Selain itu, steinberg mengemukakan bahwa suggestopedia hanya cocok untuk kelas-kelas yang kecil dan belum ada ketentuan dan persiapan bagi tingkat-tingkat menengah dan lanjutan.
Soenjono memberikan kritik realistis terhadap penerapan suggestopedia. Menurutnya, apabila metode ini diterapkan di Indonesia, maka akan terjadi pertentangan antar prinsip dasar suggestopedia dengan realitas yang dihadapi para guru disekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Bambang. Suggestopedia. diakses 21 Oktober 2009. (http://www.bambangehc.files.wordpress.com/2008/11).
Darjowijojo, Soenjono. Lima Pendekatan Mutakhir Dalam Pengajaran Bahasa. Jakarta: Pelita Sinar Harapan. 1996.
Pateda, Mansoer. Linguistik Terapan, NTT: Nusa Indah, 1991.
Komentar temen2