Oleh: arief hidayatullah | Januari 18, 2010

PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK

A.Pengertian Pemerolehan Bahasa
Pemerolehan bahasa atau language acquisition adalah suatu proses yang dipergunakan oleh kanak-kanak untuk menyesuaikan serangkaian hipotesis yang makin bertambah rumit, ataupun teori-teori yang masih terpendam atau tersembunyi yang mungkin sekali terjadi, dengan ucapan-ucapan orang tuanya sampai dia memilih, berdasarkan suatu ukuran atau takaran penilaian, tata bahasa yang paling baik serta yang paling sederhana dari bahasa tersebut. (Kiparsky, 1968 : 194) kanak-kanak melihat dengan pandangan yang cerah akan kenyataan-kenyataan bahasa yang dipelajarinya dengan melihat tata bahasa asli orang tuanya, serta pembaharuan-pembaharuan yang telah mereka perbuat, sebagai bahasa tunggal. Kemudian dia menyusun atau membangun suatu tata bahasa yang baru serta yang disederhanakan dengan pembaharuan-pembaharuan yang dibuatnya sendiri .
B. Proses Pemerolehan Bahasa
Proses anak mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara Verbal
disebut dengan pemerolehan bahasa anak. Pemerolehan bahasa pertama (B1) (anak) terjadi bila anak yang sejak semula tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. Pada masa pemerolehan bahasa anak, anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi dari pada bentuk bahasanya. Pemerolehan bahasa anak-anak dapat dikatakan mempunyai ciri kesinambungan, memiliki suatu rangkaian kesatuan, yang bergerak dari ucapan satu kata sederhana menuju gabungan kata yang lebih rumit.`
Ada dua pengertian megenai pemerolehan bahasa. Pertama, pemeolehan bahasa mempunyai permulaan yang mendadak, tiba-tiba. kedua, pemerolehan bahasa memiliki suatu permulaan yang gradual yang muncul dari prestasi-prestasi motorik,sosial, dan kognitif pralinguistik.
Penelitian mengenai bahasa telah menunjukkan banyak hal mengenai pemerolehan bahasa, mengenai apa yang dilakukan atau tidak dilakukan seorang anak ketika belajar atau memperoleh bahasa (fromkin dan rodman, 1998:318).
1. Anak tidak belajar bahasa dengan cara menyimpan semua kata dan kalimat dalam sebuah kamus mental raksasa.
2. Anak-anak dapat belajar menyusun kalimat, kebanyakan berupa kalimat yang belum pernah mereka hasilkan sebelumnya.
3. Anak-anak belajar memahami kalimat yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.
Pada umumnya kebanyakan ahli kini berpandangan bahwa anak dimanapun juga memperoleh basa ibunya dengan memakai strategi yang sama. Kesamaan ini tidak hanya dilandasi oleh biologi dan neurology manusia yang sama tetapi juga oleh pandangan mentalistik yang menyatakan bahwa anak telah dibekali dengan bekal kodrati pada saat dilahirkan.
Dalam bahasa ada tiga komponen, yakni, fonologi, sintaksis, dan semantik, maka bahsa kita juga terbagi tiga. Di samping itu, ada bahasan pula mengenai pemerolehan pragmatik, yakni, bagaimana anak memperoleh kelayakan dalam belajar.

DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. Tarigan, Henry Guntur, PsikoLinguistik, Angkasa Bandung, Mei 1984.

Dardjowidjojo, Soenjono, Psikolinguistik Pengantar Pemahamn Bahasa Manusia, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta 2005.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.